Rabu, 17 April 2019

PRAKATA PREKETEK

SEKEDAR BASA-BASI

Let's Start The Journey

A journey of a thousand miles
begins with a single step - ( Lao Tzu )

Tahun 2014 yang lampau saya pernah coba bikin blog pakai blogspot ( gratisan ), tapi sudah pakai custom domain ( berbayar ). Waktu itu nama blog-nya miftalogy.com.
Karena minim skill atau mungkin hanya karena ikut-ikutan, blog itu saya telantarkan dan tentu saja terbengkalai dengan sukses.
Setelah itu, lantas saya berkesimpulan bahwa nge-blog itu nggak gampang dan nggak gratis. Sebagai pemula, memulai sesuatu yang baru tentu bisa terasa berat. Apalagi sekarang kenyataannya orang lebih suka nonton video ketimbang baca artikel, orang lebih suka nonton konten lucu dan saling membagikannya lewat hape. Jadi bikin blog buat apa coba?
Bagi saya, nge-blog yang serius itu membutuhkan waktu khusus juga tenaga dan pikiran, belum termasuk biaya lain-lain.
Di tahun 2019 ini, saya coba lagi bikin "beginian" guna memenuhi hasrat nge-blog yang kayaknya masih ada. Dengan semangat baru dan nama blog yang baru maka, let's start the journey saja lah ... Bismillah.
Saya coba ikuti saran seorang kawan yang intinya, jadikan blog-mu sebagai medium untuk mengekspresikan opini lewat tulisan. Nge-blog lah dengan ikhlas dan santai, tanpa terbebani harus bagus. Mulai saja dulu lalu konsisten-ngontent, soal SEO dan monetizing atau mungkin bikin vlog, itu bisa dipelajari dan dilakukan nanti sambil jalan.
Tulis sesuatu yang berbeda dan unik di lingkungan sekitar, tutorial-tutorial, review tentang barang atau tempat kunjungan, bisa juga cerita pengalaman pribadi sehari-hari, walau semua itu sepintas tidak terlalu penting.
Sisipkan konten positif yang bermanfaat dan sedapat mungkin hindari konten sensitif yang bisa memancing kontroversi ( kita sedang nge-blog, bukan sedang cari sensasi ).
Bersikap independen, obyektif dan netral terhadap isu-isu konflik yang akhir-akhir ini marak. Tebarkan kebaikan dengan cara-cara yang sejuk lagi menyejukkan dan jangan ikut-ikutan menyebar fitnah ataupun hoax.
Lakukan riset untuk memperkaya dan menambah bobot isi tulisan, cantumkan sumber aslinya bila mengutip konten orang lain dan jangan jadi plaGIAT.

Sederhana saja, jangan lakukan terhadap orang lain, apa yang kamu tak ingin orang lain melakukannya terhadapmu - ( Gus Mus )

Hari ini panas mentari cukup menyengat, meski baru jam sembilan pagi. Cuaca cerah dan nggak hujan seperti inilah, yang mungkin diharapkan para anggota KPPS di seluruh Indonesia. Yup, hari ini sedang ada hajatan nasional, yakni Pilpres-Pileg 2019.
Berbeda dengan di tahun 2014 dimana Pileg dilaksanakan bulan April dan Pilpres di bulan Juli, kali ini Pileg-Pilpres digelar sepaket bersamaan.
Namun tak selamanya yang "bersamaan" itu enak, contohnya ya ini: Lantaran Pilpres dan Pileg digelar bersamaan, KPPS yang bertugas di TPS jadi panjang durasi kerjanya. Di tempatku rata-rata TPS baru selesai dini hari, ada yang selesai hampir subuh, ada yang jam 7 pagi bahkan ada juga yang baru kelar jam 9 pagi! Wedyan!
Bisa dimaklumi, Pemilu kali ini memang-beda dengan yang sudah-sudah. Selain kotak suara yang kali ini berbahan kardus, jumlahnya pun ada lima kayak balon-mu.
Warga negara yang punya hak pilih, berkesempatan memilih Presiden, DPR-RI, DPRD-Propinsi, DPRD-Kabupaten/Kota dan DPD ( kecuali warga perantauan, di tempatku hanya berhak milih presiden saja ).
Dengan jumlah kotak suara yang lima itu ( berapa jumlah surat suaranya? jangan ditanya ), otomatis penghitungan suara jadi lebih lama dan harus ekstra teliti ( belum nanti bikin rekapnya ). Dibanding PILGUB/PILWALKOT yang cuma satu kotak suara dan TPS bisa selesai habis Ashar, wajar saja kalau Pemilu kali ini ada yang hingga Maghrib, baru kelar dua kotak suara.
Saya nggak bisa membayangkan gimana capeknya para anggota KPPS itu, apalagi kalau ada Pemilu ulang yang sudah pasti bakal kembali menguras tenaga dan juga biaya.
Lebih menyedihkan lagi, saat saya bikin tulisan ini, dengar-dengar di beberapa daerah, ada anggota KPPS yang gugur dalam tugas dan jumlahnya terus bertambah. Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.
Kalau sudah begini, sepatutnyalah kita hormati dan hargai kinerja penyelenggara Pemilu mulai dari tingkat TPS karena tugas mereka sangat berat.
Kalau ada Pemilu lagi, jadilah warga negara yang baik, datanglah ke TPS dan ramaikan. Soal milih atau tidak, itu urusan nanti. Mau golput terserah, itu urusan pribadi. Yang penting hadir, karena bisa saja kawanmu, tetanggamu, paman/bibimu, kakakmu, orang tuamu, mertuamu, calon mertuamu ( kalau pacarmu adalah tetanggamu ), yang kebetulan jadi salah satu anggota KPPS.

Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan, namun bagaimana bertanding dengan baik. - ( Baron Pierre De Coubertin )

Kira-kira jam 1 lebih dengan cuaca yang masih tetap panas ( sepanas suhu politik akhir-akhir ini ), TPS di daerahku rata-rata sudah pada melakukan penghitungan suara. Tentunya penghitungan suara Pilpres-lah yang paling ditunggu-tunggu banyak orang, wabil khusus oleh para pendukung kedua paslon yang terkenal fanatik.
Alhamdulillah saya tidak golput meski bukan pendukung fanatik salah satu kontestan Pemilu. Saya tetap nyoblos dan soal pilihan, itu rahasia.
Saya termasuk yang menunggu hasil quick count di tv, hanya untuk sekedar tahu saja. Bagi rakyat biasa seperti saya, Pemilu sudah selesai ( karena yang belum selesai itu penghitungannya :D ). Soal siapa yang menang dan kalah, bagi saya itu nggak terlalu penting.
Urusan negara biarlah diurus oleh ahlinya ( kita bisa apa? ), kita kembali ke urusan hidup masing-masing, belajar, bekerja, dan menjawab tuntutan hidup yang penuh dengan tanggungan dan tagihan ini-itu.

Let's Start The Journey

Siapapun pemenang dan yang kalah nantinya, semestinya saling berangkulan dan bareng-bareng berjuang untuk Indonesia yang lebih baik ke depannya.
Saatnya sudahi perseteruan-saling ejek antar pendukung capres yang sungguh melelahkan nusa dan bangsa ( since 2014 ), apalagi sampai bawa-bawa nama hewan.
Saatnya sudahi 01 dan 02 karena yang ada sekarang adalah 03, Persatuan Indonesia.
Bulan depan sudah Ramadhan, tahan amarah dan banyakin ibadah. Jadilah pemenang Ramadhan yang akan mendapat Lebar dan Luber-nya Rahmat dan Berkah Illahi di hari Lebaran nan Fitri nanti.
Jangan lupa siapin baju baru gaes, karena Indonesia akan punya wakil presiden yang baru :)